Monday, November 24, 2014

Cerpen - Percintaan (inspired on Sakurasou no pet na kanojo)

Ini dia cerpen buatan saya , terinspirasi dari Sakurasou no pet na kanojo. cekidot!




Cinta. Mitos belaka yang hanya membuat seseorang menjadi gila karenanya. Yang konon katanya dimiliki setiap orang, tetapi tidak denganku.  Namaku Shawn, bukannya aku tidak percaya cinta tetapi aku tidak pernah merasakan itu terjadi padaku.  
***
Aku duduk dibangku SMA , FernSehen High School kelas 11. Ini tahun keduaku disekolah ini. Sekolah ini terbagi 2 , Fern untuk siswa yang biasa-biasa dan Sehen untuk siswa yang luarbiasa. Aku masuk di Sehen karena memiliki bakat dengan permainan gitarku. Melodi-melodi yang kualunkan membuat semua orang bahagia. Ya, aku berbakat karena usaha dan kerja kerasku sejak kecil. Dan tahun keduapun dimulai.  
Aku selalu datang pertama kali dikelas.
“Pagi” ujarku dikelas.
Setiap pagi, dikelas , ditempat dudukku dibelakang ,aku selalu merenung, terdiam, terpaku, sedikit menitihkan air mata, memikirkan kapan aku dapat merasakan-nya. Cinta.
“Mungkin tidak pernah , hahah” ujarku sambil tertawa.
Keheningan kelas yang begitu dingin, tiba-tiba menjadi hangat, mendengar langkah kaki yang begitu asing buatku dan sebuah alunan lagu yang dilantunkan dengan begitu indah.
Perlahan sosok seorang gadis nampak dari jendela, lalu berjalan masuk dalam kelas. Rambutnya pirang, beruraian begitu menawan.  Wajahnya yang terkena sinar matahari yang menembus kaca jendela, begitu hangat dipandang. 
Lalu dia terhenti di depan kelas. Melihat ke arahku.
“Musik apa yang kamu suka?”. Tanyanya padaku
Aku sangat terpesona dengan kecantikannya. Dengan gugup aku menjawabnya.
“Ehmm. Mungkin pop?”. Jawabku.
Dia mendekatiku, dan memandangku dengan polos. Lalu berkata.
“Kamu klasik.”
Itu yang pertama kalinya , dia, seseorang yang membuat hatiku bergetar.
Lalu dia duduk disebelah ku.
“Tempat ini kosong,kan?” tanyanya
“YYa.” Jawabku
Situasi mulai canggung. Kuberanikan diri untuk berbicara.
“Shawn, namaku shawn.” Ujarku
Dia memandangku dengan polos.
“Shina”. Katanya
Suaranya begitu halus, aku semakin gugup untuk berbicara.
Situasi mulai hening kembali, tetapi sangat hangat saat dia duduk disebelahku.
Kusadari dia adalah murid pindahan dari sekolah lain, rambut pirangnya menunjukan dia berasal dari luar negeri.
“Mungkin Amerika, atau Inggris.” Ujarku dalam hati.
Teman-teman kelasku berdatangan, dan mulai mendekati Shina. Shina menjawab dengan polos pertanyaan yang dilontarkan teman-temanku.
“Kamu berasal dari mana shina?” Tanya salah satu temanku.
“Inggris.” Jawab Shina
“Jadi dia dari Inggris.” Dalam hatiku.

Entah kenapa aku merasa senang setelah  mengetahui sesuatu tentangnya.
Bel tanda jam pelajaran pertama pun dimulai. Guru memperkenalkan, Shina didepan kelas.
“Shina berasal dari Inggris, dia adalah salah satu penyanyi muda berbakat disana. Sekarang dia akan mulai bersekolah disekolah ini. Shawn, ajaklah shina berkeliling nanti saat istirahat.” Ujar Wali kelasku (Ibu Yetty Somba)
“Oke bu.” Jawabku
Shina menjadi teman sebangkuku, entah kenapa itu membuatku sangat senang.
Bel istirahat berbunyi.
“Shina, yuk ku ajak kamu berkeliling sekolah ini.” Seruku
Dengan polosnya dia menggangguk.
Lalu kuajak dia berkeliling sekolah dan menjelaskan fasilitas-fasilitas yang ada disekolah.
Setelah itu sampailah kami diruang seni. Disitu ada sebuah gitar.
Kuambil lalu kumainkan sebuah lagu.
Setelah itu dia mengikuti lagu itu dan menyanyikannya. Suaranya benar-benar indah.
Dengan permainan gitar ku yang halus dan begitu klasik, dan suaranya yang begitu menawan. Kami membuat konser kecil diruangan itu.
Setelah lagu berakhir.
“Lagu ini, lagu kesukaanku. The one that I waiting for.” Kataku
Bel istirahat selesai pun telah dibunyikan.
“Shina, ayo kita ke kelas.” Seruku
Kamipun ke kelas.
Pelajaran berlanjut, dan akhirnya saatnya pulang. Aku sangat ingin bertanya dimana rumahnya. Tetapi, sudahlah. Itu tidak terlalu penting.
Aku sangat menanti hari esok untuk bertemu dengannya lagi.
Ke esokan harinya tiba, tidak seperti pagiku yang dulu. Ada yang menemani ku saat dikelas. Ku masuk dalam kelas.
“Pagi.” Ujarku
“Pagi.” Ujarnya
Keheningan, yang biasa menusukku setiap pagi mulai lenyap dengan keberadaannya. Aku pun mulai mengangkat topik pembicaraan. Tentu saja tentang musik.
Sepanjang hari kami berbicara tentang musik. Sampai-sampai jam pelajaran pun kami masih sempatkan untuk berbagi informasi tentang hobi kami itu.
Setiap hariku menjadi lebih hangat, lebih cerah dari biasanya. Kami menjadi lebih dekat, kian dekat hingga menjadi dekat sekali.
Kami selalu melakukan konser kecil dikelas, bernyanyi bersama, kami juga   berjalan-jalan bersama seperti menonton bioskop, pergi ko toko musik. Kian hari menjadi lebih berharga, setiap momen bersamanya, setiap senyum yang ia berikan padaku. Menjadi kenangan berharga yang tidak dapat dilupakan.
Hingga suatu hari saat kami berjalan bersama di mall…..
“Shina, liat ada kontes pencarian bakat.” Seruku
“hmm? Mana shawn? Mana?”. Tanyanya
“Ini lho, kontes pencarian bakat internasional yang diadakan oleh Sena Group.” Kataku
“Sena Group? Rasanya aku pernah mendengarnya.” Ujar shina
“Sena Group adalah perusahaan entertainment internasional dari Amerika yang memberikan orang-orang berbakat kesempatan untuk menjadi artis internasional.” Ujarku
“oww, kamu sudah tau banyak ya tentang kontes ini.” Ujarnya
“Tentu saja shina, aku bekerja keras untuk kontes ini, soalnya hanya diadakan 4 tahun sekali. Bagaimana kalau kita berdua ikut kontes ini? Kontes ini boleh diikuti dengan sebuah team kok.” Seruku
“Tentu saja ayo kita ikut.” Serunya
Dengan suara emas shina yang begitu mengagumkan dan permainan gitarku yang begitu indah, kami pasti bisa memenangkan kontes ini.
Setelah kami memutuskan untuk ikut, kamipun berlatih bersama setiap hari. Kamipun meluangkan waktu lebih banyak dari biasanya.
Waktu-waktu itu pun sangat menyenangkan, kami berusaha semampu kami untuk memenangkan kontes ini. Dan hari kontes pun tiba.
“Shina , apa kamu siap?” tanyaku
“tentu saja.”jawabnya
Kami memasuki sebuah gedung dengan begitu banyak orang yang berada di dalamnya, orang-orang yang berada di gedung tersebut, semuanya bukan orang yang sembarangan, mereka memiliki bakat yang luar biasa.
Kami pun menunggu giliran kami untuk tampil. Kami berdua sangat gugup. Termasuk shina, aku terus memegangi tangannya agar dia tidak gugup.
“Shawn&Shina silahkan masuk.” Seru petugas kontes tersebut
“Ayo shina.” Ujarku
Shina mengangguk , aku tau dia sangat serius.
Kamipun tampil dihadapan juri, kami menyanyikan lagu “The one that got away” dari Katty Perry , dengan sedikit aransemen.
Penampilan kamipun berakhir , para juri memberikan tepuk tangan kepada kami. Sesaat kumerasa lega.
Salah satu juri berkata, kalian berdua sangat bagus. Tapi maaf untuk shawn, kami hanya bisa menerima shina.
Saat itu , hatiku seperti ditancap oleh 1000 pedang. Sakit sekali. Aku langsung lari keluar dari ruangan audisi. Aku terus berlari dan berlari ditengah hujan lebat, aku tau shina pasti mengejarku saat ini, aku bisa mendengar teriakannya memanggilku tetapi aku tetap berlari. Hingga aku sampai disekolah.
Hari ini hari sabtu jadi sekolah libur, aku masuk disekolah ku. Masuk kekelasku, dan duduk ditempat duduku, dibelakang. Aku terpaku dan merenung, sambil menangis. Dinginnya hujan membuat hatiku merasakan dingin yang luar biasa.
Setelah beberapa saat, sekitar setengah jam , aku memutuskan untuk pulang.
Ketika ku berjalan keluar kelas, aku melihat shina dihadapanku. Aku tidak tahu kenapa dia tahu aku berada disini. Aku memandang wajahnya, dan itu membuatku sakit. Sangat sakit, aku bekerja sangat keras untuk memenangkan kontes itu, tetapi dia memenangkannya dengan mudah.
“Pergilah, jangan berbicara denganku lagi.” Ujarku
Dia tersentak, dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Aku langsung berjalan melewatinya.
Pikirku dia akan memanggil namaku. Tetapi tidak. Aku terus berjalan hingga sampai dirumah.
Hari senin tiba, shina tidak masuk sekolah. Dengan kejadian dihari sabtu, aku jadi tidak peduli dengannya. Teman-temanku menanyaiku tentang shina, tetapi aku hanya diam membisu.
Begitu juga dengan hari berikutnya, shina tidak masuk sekolah. Hingga 1 minggu shina tidak masuk sekolah. Kesepian mulai merasukiku dipagi hari.
Aku mulai membayang-bayangkan wajahnya, saat-saat yang indah berdua dengannya, senyumannya yang menawan, wangi harum rambutnya.
Aku bertanya pada diriku sendiri. Apakah ku mulai merindukan nya?
Aku meragukan pertanyaan itu, malahan aku menyangkalnya.
Keesokan harinya sepulang sekolah salah satu temanku berkata, Shina sudah kembali ke inggris. Hal itu menusuk dalam kehatiku, sakit sekali.
Aku duduk ditempat duduku, dengan menitihkan air mata juga dengan kepala tertidur dimeja. Aku menyadari, aku salah. Aku menyadari kalau aku, sedang jatuh cinta dengannya.
Saat itu pulang sekolah, tidak ada orang dikelas. Aku masih tetap menangis. Keheningan menyelimuti ku, hatikupun terasa sangat dingin. Aku tidak bisa hidup tanpa shina.
Setelah beberapa saat, aku mendengar suara langkah kaki yang sudah tidak asing lagi buatku. Aku tau siapa dia. Perlahan sosok itu masuk kedalam kelas, menuju ke tempatku.
Summer after high school when we first met.” Nyanyinya
Aku tau suara ini, aku tau lagi ini. Membuat tangisanku lebih dalam lagi.
We’d make out in your Mustang to Radiohead, and on my 18th birthday, we got matching tattoos.”
Dia mengelusku dikepala dengan tangannya sambil bernyanyi.
Setelah itu kupegang tangannya, dan mulai bernyanyi bersamanya.
Saat itu merupakan momen yang sangat menggembirakan. Kami berdua menangis.
The one that got away.”
Lagu pun berakhir, shina menatapku sambil menangis.
“Aku merasakan hal yang aneh disini, sejak kau menyuruhku untuk pergi dan untuk tidak berbicara denganku lagi, sakit sekali. Suaramu tetap terdengar di telingaku. Apakah ini…. Cinta?.” Kata shina sambil menunjuk ke hatinya.
Aku baru tau dia mengalami hal yang sama denganku. Kami berdua bertatapan cukup lama, dan aku tersenyum padanya.
“Mungkin.” Kataku


                                                            THE END





1 comment:

  1. terima kasih gan commennya, ini tugas sekolah sih disuruh buat cerpen. wkwkwk

    ReplyDelete