2. Aluminium
Aluminium terdapat melimpah di dalam kulit bumi, jumlahnya sekitar
8%. Dengan kelimpahan sebesar itu, aluminium merupakan unsur ketiga
terbanyak setelah oksigen dan silikon serta merupakan unsur logam yang
paling melimpah. Namun, aluminium merupakan logam yang mahal karena
pengolahannya yang sulit. Mineral aluminium yang bernilai ekonomis adalah
bauksit (Al2O3.2 H2O). Mineral lainnya yang mengandung aluminium adalah
ortoklas (KAlSi3O8), beril (Be3Al2Si6O8), kriolit (Na3AlF6), dan korundum
(Al2O3). Di Indonesia, bauksit banyak ditemukan di pulau Bintan dan Tayan
(Kalimantan Barat).
Aluminium memiliki massa jenis rendah (2,7 g/cm3), dapat diregangkan,
mudah ditempa, dan merupakan konduktor listrik yang baik. Aluminium
tidak bereaksi dengan air. Aluminium bereaksi dengan asam klorida dan
basa kuat, seperti persamaan reaksi berikut.
2 Al(s) + 6 HCl(aq) → 2 AlCl3(aq) + 3 H2(g)
2 Al(s) + 2 NaOH(aq) + 2 H2O(l) → 2 NaAlO2(aq) + 3 H2(g)
3. Tembaga
Tembaga merupakan logam yang kuat, dapat ditempa, tahan korosi,
serta penghantar listrik dan panas yang baik. Bijih tembaga yang terpenting
adalah berupa sulfida, seperti kalkosit (Cu2S) dan kalkopirit (CuFeS2).
Penambangan tembaga di Indonesia terdapat di Papua, Sulawesi Utara, Jawa
Barat, dan beberapa daerah lain.Tembaga bereaksi dengan asam sulfat panas membentuk senyawa
tembaga(II) sulfat yang berwarna biru.
Cu(s) + 2 H2SO4(aq) → CuSO4(aq) + SO2(g) + 2 H2O(l)
Tembaga memiliki bilangan oksidasi +1 dan +2. Tembaga dengan
bilangan oksidasi +1 kurang stabil dan mengalami reaksi disproporsionasi
dalam larutannya.
2 Cu+(aq) → Cu(s) + Cu2+(aq)
Semua senyawa tembaga(I) bersifat diamagnetik dan tidak berwarna,
kecuali Cu2O (merah). Senyawa tembaga(II) bersifat paramagnetik dan
berwarna, contohnya CuO (hitam), CuSO4.5 H2O (biru), dan CuS (hitam).
4. Emas
Logam emas berwarna kuning dan relatif lunak. Emas merupakan logam
yang paling mudah ditempa dan paling mudah memuai. Emas dapat ditempa
sedemikian tipisnya. Sebagai ilustrasi, 120.000 lembar yang ditumpuk
memiliki tebal tidak lebih dari 1 cm. Dari 1 g emas dapat dibuat kawat
sepanjang 2,5 km. Logam emas disebut juga logam mulia karena emas tidak
bereaksi dengan oksigen dan tidak terkorosi di udara. Emas juga tidak
bereaksi dengan asam atau basa. Daerah pertambangan emas di Indonesia
ada di Aceh Barat, Lampung Selatan, Lebak (Jawa Barat), Kalimantan Tengah,
dan Bengkulu. Selain dari hasil pertambangan, emas juga diperoleh dari
hasil samping pemurnian tembaga dan nikel.
5. Perak
Perak adalah logam yang berwarna putih dan sangat mengilap terutama
setelah digosok. Perak ditemukan dalam bentuk senyawa yang berupa
klorida dan sulfida. Bijih perak yang berupa sulfida sering bercampur dengan
sulfida dari tembaga, nikel, arsen, dan antimon. Daerah pertambangan perak
di Indonesia terdapat di Cikotok (Banten), Gunung Bijih (Papua), dan
Kalimantan Tengah. Cara penambangan yang digunakan adalah dengan
pertambangan terbuka dan tertutup. Produksi perak umumnya diperoleh
sebagai hasil sampingan pada pengolahan logam lain, seperti tembaga dan
timbal.
6. Timah
Timah adalah logam yang berwarna putih perak, relatif lunak, tahan
karat, dan memiliki titik leleh yang rendah. Ada dua jenis timah, yaitu timah
putih dan timah abu-abu. Bijih timah yang terpenting adalah kasiterit (SnO2).
Tempat penambangan bijih timah di Indonesia berada di Bangka, Belitung,
dan pulau Kampar (Riau).
7. Nikel
Nikel adalah logam yang berwarna putih mengilap, sangat keras, dan
tidak mudah berkarat. Bijih nikel yang utama adalah nikel sulfida. Daerah
penambangan nikel ada di Koala (Maluku Utara), Soroako (Sulawesi Selatan),
dan Maluku Utara.
Anda mungkin telah mengetahui beberapa jenis logam dan mineral yang
mengandungnya. Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa unsur logam
mudah ditemui dalam bentuk produk-produk rumah tangga, bahan industri,
dan perhiasan.
Emas, perak, nikel, dan besi merupakan unsur logam. Selain unsur logam,
terdapat juga unsur nonlogam. Contoh unsur nonlogam, di antaranya
nitrogen, oksigen, karbon, dan sulfur. Tahukah Anda, dalam bentuk apakah
unsur-unsur nonlogam terdapat di alam? Unsur-unsur nonlogam, seperti
oksigen dan nitrogen kebanyakan terdapat di alam dalam bentuk gas,
sebagian lagi dalam bentuk senyawa. Udara mengandung 78% gas nitrogen,
21% gas oksigen, dan sisanya adalah gas-gas lain, seperti gas hidrogen,
karbon dioksida, gas argon, gas helium, dan gas nitrogen dioksida.
No comments:
Post a Comment