Saturday, November 15, 2014

Biologi - Pembelahan sel dan Pewarisan Sifat

Menurut Mendell, sifat-sifat yang diturunkan dari induk
kepada keturunannya dikendalikan oleh faktor genetik yang
terdapat di dalam kromosom yang disebut gen. Pada makhluk
hidup, sel penyusun tubuh terdiri atas berikut.
1. Sel somatis (sel tubuh) yang dapat memperbanyak diri
melalui pembelahan yang berlangsung secara mitosis.
2. Sel gamet (sel kelamin) yang berupa sperma dan ovum yang
dapat diproduksi melalui pembelahan yang berlangsung
secara meiosis.
Sel adalah satuan kehidupan terkecil sebagai makhluk hidup.
Sifat terpenting sel adalah kemampuan untuk tumbuh dan membelah
diri yang menghasilkan molekul-molekul seluler baru dan
memperbanyak dirinya. Dalam pertumbuhan dan pembelahan, sel
memerlukan sumber energi luar untuk menjamin agar reaksireaksi
kimia selnya berjalan sesuai dengan biosintesis yang dikehendaki.
Di dalam sel terdapat kromosom yang merupakan pembawa
sifat keturunan.
Kehidupan sel somatis maupun sel gamet melalui dua fase,
yaitu interfase (fase istirahat) dan fase pembelahan. Pada interfase,
sel tidak mengadakan aktivitas baik secara fisik maupun
reaksi kimia. Adapun fase pembelahan melalui beberapa tahapan
sebagai berikut.
1. Tahap Profase
Profase merupakan fase awal dalam pembelahan sel.
Profase memiliki subfase sebagai berikut.
a. Leptonema, ditandai dengan adanya penampakan kromomer.
b. Zygonema, ditandai dengan terbentuknya kromatid (kromosom
mengganda).
c. Pakhinema, terlihat kromosom masih tetap berpasangan.
d. Diplonema, pasangan kromatid mulai memisah.
e. Diakinesis, ditandai dengan nukleolus menghilang dan
terbentuk gelendong inti.
2. Tahap Metafase
Dalam tahap metafase masingmasing
pasangan kromatid berada
dalam bidang ekuator.
3. Tahap Anafase
Kromatid bergerak menuju pada
masing-masing kutub pembelahan.
4. Tahap Telofase
Dalam tahap ini terjadi pemisahan
sitoplasma, pembentukan
nukleus dan nukleolus, kemudian
terbentuk anak sel (gamet).

Di dalam tipe sel tubuh, bermacam-macam kromosom yang
berbeda selalu muncul dalam dua kopi (berjumlah 2n kromosom
homolog). Adapun sel kelamin diketahui setengah dari jumlah 2n
yang ditemukan pada sel-sel somatik. Pada pembagian kromosom
selama mitosis, setiap sel anakan menerima 1 kopi dari setiap
kromosom yang terdapat dalam sel induk. Sebaliknya, selama
pembentukan sel kelamin (meiosis), jumlah kromosomnya
tereduksi menjadi n. Jadi, proses pembuahan antara sperma dan
telur memulihkan kembali jumlah 2n kromosom yang karakteristik
untuk sel somatik. Satu kromosom dalam setiap pasangan berasal
dari induk jantan, sedangkan lainnya berasal dari induk betina.

No comments:

Post a Comment