Thursday, November 12, 2015

Review buku Sherlock Holmes Penelusuran Benang Merah


Penulusuran Benang Merah merupakan buku pertama dalam seri Sherlock Holmes dan mengisahkan perkenalan Dr. Watson dengan sang detektif. Dr. Watson yang ketika itu belum mengetahui profesi Holmes, pada awalnya dibuat bingung oleh keeksentrikan pria itu serta kemampuannya yang unik. Holmes sangat pandai dalam ilmu deduksi dan mampu menebak keadaan seseorang hanya dalam sekali pandang. Tamu-tamu, yang mengunjungi rumah sewaan mereka di Baker Street, berasal dari berbagai kelasi social mulai dari bangsawan sampai portir. Holmes mahir bermain biola, tapi lebih sering menggeseknya secara sembarang. Ia bisa tampak bersemangat, namun di lain waktu termenung-menung dengan pandangan kosong seperti orang kecanduan narkotika. Dr. Watson baru memahami teman barunya itu ketika ia mengetahui profesi Holmes dan mendapat kesempatan menyaksikan sang detektif bekerja, menulusuri benang merah pembunuhan yang terjadi di jantung kota London.
Synopsis
Diawali dengan perkenalan Dr. Watson sebelum dia sampai di London dari Afghanistan, dia bermalas-malasan di London untuk memulihkan keadaan tubuhnya dari perang berat yang telah di alaminya. Tetapi dia menghabiskan banyak uang untuk itu, oleh karena itu dia mengunjungi temannya untuk mengetahui apa ada orang yang ingin berbagi kamar dengannya dan kebetulan sekali ada seorang pria bernama Sherlock Holmes ingin mencari teman untuk berbagi kamar. Setelah itu Dr. Watson bertemu dengan Sherlock Holmes dan merasa kebingungan karena ilmu deduksi dan wawasan yang aneh. Dr. Watson ingin mengetahui pekerjaan apa yang telah digeluti orang tersebut. Hingga pada suatu saat ada kasus dimana Dr. Watson dapat menyaksikan sang detektif bekerja. Kasus tersebut bercerita tentang seorang pria telah mati di sebuah rumah kosong, tanpa ada bekas cekikan atau tusukan di tubuh orang tersebut. Sherlock Holmes mengajak Dr. Watson pergi untuk melihat tempat kejadian tersebut. Dan dengan ilmu deduksi nya, Sherlock Holmes berhasil mengetahui cirri-ciri orang tersebut. Dan pada akhirnya dia mengatur rencana untuk menangkap tersebut. Wkwkw sampai sini aja gan synopsis cape
Dalam novel ini ada 2 bagian dimana bagian pertama mengisahkan tentang Dr. Watson dan Sherlock Holmes dan dibagian kedua bercerita tentang pembunuh tersebut.
Totalnya ada 14 bab
Bagian pertama “Salinan Catatan Harian Dokter John H. Watson, Pensiunan Departemen Medis Angkatan Darat”
Bab 1 : Mr. Sherlock Holmes
Bab 2 : Ilmu Deduksi
Bab 3 : Misteri di Lauriston Garden
Bab 4 : Cerita John Rance
Bab 5 : Iklan Jebakan
Bab 6 : “Keberhasilan Tobias Gregson”
Bab 7 : Cahaya dalam Kegelapan

Bagian kedua “Tanah Orang Suci”
Bab 1 : Di Padang Garam
Bab 2 : Bunga Utah
Bab 3 : Titah Sang Nabi
Bab 4 : Pelarian
Bab 5 : Malaikat Pembalas
Bab 6 : Lanjutan Catatan Harian Dr. John Watson
Bab 7 : Kesimpulan

Ada beberapa kata sulit dalam buku ini
1.       Resimen
2.       Mantri
3.       Bangsal
4.       Beranda
5.       Morat-marit


Kata-kata Sherlock Holmes yang gua suka wkwk
“Otak manusia pada awalnya sama seperti loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabot yang sesuai dengan pilihanmu. Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit ditengah-tengah atau tercampur dengan hal-hal lain. Orang bijak sebaliknya. Dengan hati-hati ia memilih apa yang dimasukkannya ke dalam loteng otaknya. Ia tidak akan memasukkan apapun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam pekerjaannya, sebab peralatan ini saja sudah sangat banyak. Semuanya itu diatur rapi dalam loteng-otaknya sehingga ketika diperlukan, ia dapat dengan mudah menemukannya. Keliru kalau kaupikir loteng-otak kita memiliki dinding-dinding yang bisa membesar. Untuk setiap pengetahuan yang kau masukkan, ada sesuatu yang sudah kauketahui yang terpaksa kaulupakan. Oleh karena itu penting sekali untuk tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna.”


Novel ini recommended buat lu pada yang pengen mulai suka sama Sherlock holmes .

No comments:

Post a Comment